Pembangunan Tobasa terbentur Tanah Ulayat

http://www.tambunanlumbanpea.wordpress.comUpaya untuk mewujudkan Lumban Pea, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Sumut, menjadi kawasan industri guna memacu laju pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat, tampaknya akan menghadapi banyak kendala, walau pun Memorandum of Understanding (MOU) sudah ditandatangani. Harian terkenal Di Medan dalam penerbitan Kamis (25/2) pada rubrik “Sumatera Utara” halaman-7 memberitakan, warga Tambunan Lumban Pea menolak menyerahkan lahan seluas 62 ha secara cuma-cuma untuk kawasan industri.
Penandatanganan MOU itu dilakukan antara Pemkab Tobasa dengan PT Kawasan Industri Medan (KIM) dan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Jakarta. Dengan dukungan dana sebesar Rp 120 milyar, akan menjadikan Kawasan Industri Lumban Pea sebagai pusat perekonomian bagi Kabupaten Tobasa. Berdasarkan rencana tersebut, Lumban Pea akan menjadi daerah perekonomian dan perluasan sedangkan Balige menjadi pusat pemerintahan.

Akan tetapi warga Tambunan Lumban Pea memberikan informasi yang bertolak belakang. Mereka membantah keras, dengan mengatakan, tidak benar ada warga yang menghibahkan tanah di kawasan tersebut kepada Pemkab Tobasa. Lahan tersebut sudah ditanami dengan pohon kemiri, kopi, sayur mayur dan usaha peternakan, yang merupakan mata pencahrian warga setempat. Warga yang merasa keberatan itu yakni warga Dusun-dusun Sidoldol, Pea Nauli, Upahoda, Lumban Lintong, Lumban Hariara Toruan, Sibadihon, dan Gonting. Warga siap mengajukan gugatan ke pihak yang berkompeten.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s