DI BATAM MAFIA MINYAK SOLAR (BBM) ,KEBAL HUKUM,OKNUM APARAT DI BIUS TUTUP MATA.

Batam VISUAL -. Pulau Batam yang berbentuk mirip kalajengking, sudah tak  asing dan sudahbukan rahasia umum lagi sebagai julukan kota Batam  sebagai” kota sorga”bagi para pelaku usahaminyak illegal ,julukan kota Batam sebagai” kota sorga “ pantas di labelkan dandihak patenkan karena kota Batam selama ini di kenal”kota aman” bagi parapengusaha minyak illegal tanpa tersentuh hukum,oknum aparat di bius tutup mataoleh para pengusaha minyak illegal tersebut.

Para pelaku usaha minyak illegal menjalankan usahanyatanpa memikirkan Negara dan kesengsaraan rakyat  banyak akibata yang dilakukannya.Diduga adaoknum-oknum terkait yang memback-up atau melindungi dengan menerima upeti daripara pelaku mafia minyak tersebut.

Tim wartawan VISUAL dalam insvestigasi 6/1(malam)yamg baru lalu di gudang penampungan milik berinisial Supardi ,di kawasan industryEsprit  tg,Uncang.Memergoki satu armadatruck /lory mengangkut solar bermuatan penuh yang di isi di dalam jerigen isi35 liter dan truck tersebut  di tutupidengan terpal masuk menuju gudang penampungan milik Supardi tanpa ada rasa takut ada orang yangmengikutinya dari belakang,seolah pekerjaan itu sudah biasa dilakukan.

Wartawan Visual menduga pada malam itu ada truck lagi penuhmuatan solar berhenti dan parkir di luar lokasi gudang tersebut setelahmengetahui kedatangan Wartawan,serta satu mobil angkutan sejenis Carry warnaputih kaca gelap siap meluncur dari gudang setelah selesai membuang solar.

Wartawan unit Polri confirmasi dengan Yuli (salah seorangpekerja gudang) mengatakan “gudang ini milik Supardi silahkan hubungipemiliknya  Mas…”katanya singkat sertamemberikan Nomor hpnya(Supardi=red).Dony,warga Tanjung Riau supir truck yang mengangkut solartersebut mengatakan”Kami disuruh Supardi (pemiliknya)menjemput dari Nongsakatanya ,setelah sebelumnya bungkam dan tutup mulut ketika di tanyai Media ini.

Di tempat terpisah Supardi pemilik gudang tersebut dihubungi melalui HP selularnya mengatakan “Ya !,saya pemiliknya”.saya tidaktahu Hukum katanya singkat .Supardi melakukan praktek penampungan (penadah) solardengan  membeli secara gelap dari orang –orangyang membeli pakai jerigen di SPBU,kata sumber yang tidak mau namanya disebutkan .dengan harga subsidi dari SPBU Rp 4500./liter,di jual RP 6000./liter ,jugadari broker dengan Rp.7000/liter dan terakhir dari Kapal yang berlayar,lebih populardi sebut” kencing” yang di jual ABK kapal atau Nahkoda dengan system telah terorganisir dan tidak bertanggung jawab tanpa diketahui Pemilik kapal.Penadah Supardi lalu menjual ke Industri dengan hargasekitar Rp.9000 s/d 10.000/liter,tambahnya lagi

Menurut sumber P.T .Restu Berkat Semesta (RBS) milikSupardi ,Kelahiran Surabaya (15/06/77) beralamat di kawasan di industry Rt 02/04.Tanjung Pinggir Sekupang.Izin penampungan dengan alamat yang berbeda .YosGuntur Kasat Reskrim Polresta Balerang ketika di hubungi melalui Teleponselularnya untuk confirmasi keberadaan gudang minyak tersebut ,tidakmengangkatnya,

Di ruang kerjanya Amiruddin kasi ESDM Disperindag PemkoBatam mengatakan “kami tidak dapat bertindak langsung secara hukum,hanyamengawasinya dan melaporkan kepihak penegak Hukum bila ada di temukan penyelewenganIzin tersebut “katanya 

Ismail dari LSM  PKA-PPD PROVINSI KEPRI mengatakan” Mafia BBM sama saja penghancur ekonomi Indonesia,mereka menginkan ekonomi Indonesia hancur  karena di lakukan oleh orang-orang yang tidakbertanggung jawab, apalagi cendrung mafia minyak sekarang di lakukan olehoknum-oknum insitusi Hukum”katanya geram, Masyarakat Batam menilai Polda Kepriterkesan tutup mata .(Tim)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s